ANATOMI FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER TUBUH
MANUSIA
Disusun
oleh:
KELOMPOK
1
Anisatul Hasanah
(17037140985)
Annisa Oelfiyah Hasanah (17037140986)
Badzrotus Sakinah (17037140990)
Nur Ayu
Imas (17037141022)
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BONDOWOSO
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada tuhan yang maha kuasa yang telah memberikan
kesehatan dan kesempatan sehingga makalah yang berjudul “Anatomi Fisiologi Sistem
Kardiovaskuler” dapat kami selesaikan.
Makalah
ini kami susun berdasarkan beberapa sumber bukuyang telah kami peroleh. Kami berusaha menyajikan makalah ini
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Selain kami memperoleh
sumber dari beberapa buku pilihan, kami juga memperoleh informasi tambahan dari
internet
Tentunya,
tidak ada gading yang tidak retak, makalah ini tentu masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu , kritik dan saran selalu penulis harapkan agar menjadi pedoman
di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada
kita semua. Akhir kata kami ucapkan terima
kasih.
Bondowoso, September 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Juduli
Kata
Pengantarii
Daftar Isiiii
BAB I Pendahuluan1
1.1 Latar Belakang1
1.2 Rumusan Masalah1
1.3 Tujuan 2
1.4 Manfaat 2
BAB II Pembahasan3
2.1
Anatomi
Sistem Kardiovaskuler3
2.2
Fisiologi
Sistem Kardiovaskuler4
2.3
Fisiologi
Sistem Peredaran Darah Manusia8
2.4
Fisiologi
Sistem Konduksi Jantung10
BAB III Penutup16
3.1
Kesimpulan16
3.2
Saran17
Daftar Pustaka18
BAB I
LATAR BELAKANG
1.1
Latar Belakang
Mahluk
hidup khususnya manusia memiliki bermacam-macam sistem jaringan dan organ dalam
tubuhnya. Sistem tersebut memiliki fungsi dan peranan serta manfaat tertentu
bagi mahluk hidup. Salah satu sistem yang ada pada mahluk hidup yaitu
sistem kardiovaskuler. Fungsi utama dari sistem kardiovaskuler adalah untuk
memberi oksigen ke setiap sel tubuh. Sistem kardioskuler terdiri dari jantung
sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.
Jantung adalah organ berongga, berotot, yang terletak di tengah toraks, dan
jantung menempati rongga antara paru-paru dan diafragma. Beratnya sekitar 300 g.
Berat jantung di pengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat badan. Selain itu
kebiasaan latihan fisik dan penyakit jantung juga mempengaruhi berat dari
jantung. Fungsi jantung adalah untuk memompa darah ke jaringan, menyuplai
oksigen dan zat nutrisi lain sambil mengangkut karbondioksida dan sampah hasil
metabolisme.
Pada
umumnya terdapat dua pompa jantung, yang terletak disebelah kanan dan kiri.
Keluaran jantung kanan didistribusikan seluruhnya ke paru melalui arteri
pulmonali, dan keluaran jantung kiri seluruhnya didistribusikan kebagian tubuh
lain melalui aorta. Kedua pompa itu menyemburkan darah secara bersamaan dengan
kecepatan keluaran yang sama. Kerja pemompaan jantung dijalankan oleh kontraksi
dan relaksasi ritmik dinding otot. Selama kontraksi otot (sistolik), kamar
jantung menjadi lebih kecil karena darah disemburkan keluar. Selama relaksasi
otot dinding jantung (diastolik), kamar jantung akan terisi darah sebagai
persiapan untuk penyemburan berikutnya. Jantung dewasa normal berdetak sekitar
60-80 kali per menit, menyemburkan sekitar 70mL darah dari kedua ventrikel per
detakan, dan keluaran totalnya sekitar 5 L/menit.
1.2
Rumusan masalah
‘’Bagaimana
anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada tubuh manusia ?’’
1.3
Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
“ Mengetahui anatomi dan fisiologi sistem
kardiovaskuler pada tubuh manusia”
1.3.2
Tujuan Khusus
1.
Mengetahui anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada tubuh
manusia
2.
Mengidentifikasi anatomi
dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada tubuh manusia
3.
Menganalisis
anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada tubuh
manusia
1.4 Manfaat
Dengan pembuatan laporan
ini penyusun berharap dapat memberikan manfaat bagi semua pihak serta
teman-teman yang berkepentingan antara lain :
1.4.1 Manfaat Teoritis
1.
Mengetahui anatomi dan fisiologi
sistem kardiovaskuler pada tubuh manusia
2.
Memahami anatomi dan fisiologi sistem
kardiovaskuler pada tubuh manusia
1.4.2 Manfaat
Praktis
1.
Bagi Penulis
Untuk memenuhi salah satu tugas sebagai
Mahasiswa dalam mata pelajaran IBD (Ilmu Biomedik Dasar) serta menumbuh kembangkan
wawasan terkait dengan IBD (Ilmu Biomedik Dasar).
2.
Bagi Pembaca
Untuk mengetahui serta menambah wawasan
tentang IBD (Ilmu Biomedik Dasar) terutatama sistem kardiovaskuler.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Anatomi Sistem Kardiovaskuler
1.
Atrium dextra
Terletak dalam bagian
superior kanan jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru.
2.
Ventrikel dextra
Terletak dibagian
inferior kanan pada apeks jantung, darah meninggalkan vetrikel dextra melalui
trunkus pulmonal dan mengalir melewati jarak pendek ke paru-paru.
3.
Atrium sinistra
Terletak dibagian
superior kiri jantung berukuran lebih kecil dari atrium dextra tetapi
dindingnya lebih tebal, menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan
darah yang kaya oksigen dari paru-paru.
4.
Ventrikel sinistra
Terletak dibagian
inferior kiri pada apeks jantung tebalnya tiga kali tebal dinding ventrikel
dextra. Darah meninggalkan vrntrikel sinistra melalui aorta dan mengalir
keseluruh tubuh kecuali paru-paru.
5.
Katup trikuspidalis
Terletak antara atrium
dextra dan ventrikel dextra, memiliki tiga daun katup (kuspis) jaringan ikat
fibrosa irreguler yang dilapisi endokardium.
6.
Katup mitral
(bikuspidalis)
Terletak diantara
atrium sinistra dan ventrikel sinistra melekat pada chordae tendinea dan otot
papilaris.
7.
Katup aortik
Terletak diantara
ventrikel sinistra dan aorta.
8.
Vena kava superior dan
inferior
Vena ini membawa darah
yang tidak mengandung oksigen atau darah yang kaya karbondioksida dari tubuh
kembali ke jantung tepat nya di atrium dextra.
2.2 Fisiologi
Sistem Kardiovaskuler
a. Pembuluh Nadi (Arteri)
Pembuluh nadi atau
arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi
ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju
jantung. Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi
utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta
mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua
kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada
sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.
1. Sistem
Pembuluh Nadi
Sistem pembuluh nadi
memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah
biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat
jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol
berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung.
Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau sfigmomanometer. Anatomi
Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan
penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas
otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang
tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen. Jenis
pembuluh nadi Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh: Arteri pulmonaris
Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan
dari paru-paru. Arteri sistemik Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol
dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan. Aorta
adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung
dan membawa banyak oksigen.
2. Arteriol
Arteriol adalah
pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler. Pembuluh
kapiler Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya
pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler
adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan
cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi
dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu
semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan
berdinding tipis.
b.
Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik atau
vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak
mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak
kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut
jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup
ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup
tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah
tidak memancar tetapi merembes. Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik
bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava.
Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi
pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena
paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam
semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis.
Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katup yaitu Valvula
Semilunaris. Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut :
1.
Vena Kava
Vena kava
bercabang-cabang menjadi pembulu yang lebih kecil yaitu vena. Ada dua macam
vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.
·
Vena kava superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2
dari bagian atas tubuh ( kepala, leher, keserambi kanan jantung).
·
Vena kava inferior
Vena ini membawa darah
yang mengandung CO2 dari bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh
keserambi kanan jantung.
·
Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah
yang mengandung O2 dari paru-paru keserambi kiri jantung. Salah satu penyakit
yang menyerang pembuluh balik adalah varises.
c.
Jantung
Sistem organ
Kardiovaskular Jantung adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa
darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah
kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk
jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem
peredaran darah. Permukaan Jantung. Jantung terletak dalam rongga dada agak
sebelah kiri, di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Massanya kurang
lebih 300 gram, besarnya sebesar kepalan tangan.
Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri
dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik
tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh
selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan
pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih
longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang
terjadi karena gerakan memompa konstan jantung. Jantung dijaga di tempatnya
oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar,
seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada
lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi
& bilik jantung.
1.
Struktur internal
jantung
Secara internal,
jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas
ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah
tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding
jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga,
serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh
lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya
gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih
besar untuk mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk
memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Tiap serambi dan
bilik pada masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup
di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup
berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri
disebut katup mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua).
2.
Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut
setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya
jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut
sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua
bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan
oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh
mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan.
Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel
kanan melalui katup trikuspidalis.
Darah dari ventrikel
kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke
paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh
kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen,
melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah
yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri.
Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri
disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam
atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup
bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati
katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya
oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.
3.
Fungsi atrium dan
ventrikel pada jantung
·
Atrium dekstra berfungsi untuk
menerima darah dari seluruh tubuh dan kaya karbondioksida.
·
Atrium sinistra berfungsi untuk
menerima darah dari paru-paru dan kaya oksigen.
·
Ventrikel dekstra berfungsi untuk memompa
darah ke paru-paru dan banyak mengandung karbon-dioksida.
·
Ventrikel sinistra berfungsi untuk memompa
darah ke seluruh tubuh dan banyak mengandung oksigen.
2.3 Fisiologi
Sistem Peredaran Darah Manusia
Sistem peredaran darah
pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh
darah dan darah itu sendiri. Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah
tertutup karena darah yang dialirkan dari dan keseluruh tubuh melalui pembuluh
darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai
peredaran darah ganda, yaitu
a.
Peredaran darah besar
(sistemik)
Peredaran darah
sistemik adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari
ventrikel sinistra lalu diedarkan keseluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar
dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida
dibawa melalui vena menuju atrium dextra.
b.
Peredaran darah kecil
(pulmonal)
Peredaran darah
pulmonal adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke
paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari
ventrikel dextra dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolis
darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya oksigen yang selanjutnya akan
dialirkan ke atrium sinistra melalui vena pulmonalis.
Sistem peredaran darah
atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan
zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh
(bagian dari homeostasis). Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem
peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup.
a.
Sistem Peredaran Darah
Terbuka
Sistem peredaran darah
terbuka artinya dalam peredarannya, darah dan cairan lainnya tidak selamanya
beredar atau berada di dalam pembuluh darah. Darah menuju jaringan tanpa
melalui pembuluh. Pada saat tertentu darah meniggalkan pembuluh darah dan
langsung beredar dalam rongga-rongga tubuh dan akhirnya kembali lagi ke dalam
tubuh. Sistem peredaran darah terbuka terdiri-dari jantung yang merupakan pusat
peredaran darah, sejumlah sinus (rongga) dan sejumlah arteri. Jantung terletak
dibagian tengah belakang dada, berdinding otot tebal, berbentuk sadel atau
tabung yang terbungkus oleh perikardium. Arteri merupakan saluran yang berasal
dari jantung, mempunyai valve(katub-katub) yang mencegah darah masuk kembali ke
jantung.
Pada sistem peredaran darah terbuka,
terdapat empat jenis arteri berikut:
1).Arteri Optalmik (mata)
1).Arteri Optalmik (mata)
2).Dua arteri antena
3) Dua arteri hati
4) Arteri dorsal abdominalis
b.
Sistem Peredaran Darah
Tertutup
Peredaran darah
tertutup adalah sirkulasi darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh – pembuluh
darah. Pada sistem peredaran darah lni. Darah diedarkan melewati arteri dan
kembali ke jantung melewati vena. Contoh cacing tanah (Lumbricus terrestris).
Pada cacing tanah, sistem peredarannya terdiri dari cairan darah, beberapa
pembuluh darah, dan jantung sebagai pusat peredaran. Darah cacing tanah terdiri
atas plasma darah dan benda darah. Darah cacing tanah berwarna merah disebabkan
oleh adanva hemoglobin yang larut dalam plasma darah. Jantung dan saluran
darahnva memiliki katup sehingga darah tidak mengalir kembali ke jantung.
Aliran darah disebabkan oleh kontraksi lengkung jantung. Jantung memompa darah
dari saluran darah dorsal ke saluran darah ventral kemudlian ke seluruh tubuh.
Pertukaran gas terjadi di jaringan-jaringan tubuh, Dari seluruh tubuh, darah
menuju bagian dorsal tubuh, darah menuju bagian dorsal tubuh. Dari bagian
dorsal tubuh darah kembali ke jantung. Sistem peredaran darah, yang merupakan
juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem
kardiovaskuler) dibentuk.
Sistem ini menjamin
kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh
dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.
1)
Pertama : darah
mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang
berlawanan.
2)
Kedua : yang diangkut
dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari
saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai
dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau
produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan
lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan
darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem
pembekuan dalam tubuh.
2.4 Fisiologi Sistem Konduksi Jantung
a. Elektrofisiologi jantung
Aktivitas listrik dari jantung merupakan akibat dari perubahan pada
permiabelitas membran sel, yang memungkinkan pergerakan ion-ion. Dengan
masuknya ion-ion tersebut maka muatan listrik sepanjang membran itu mengalami
perubahan relative. Ada tiga ion yang mempunyai fungsi penting sekali dalam
elektrofisiologi sel, yaitu : kalium, natrium dan kalsium. Adalah kation
intrasel yang dominan sedangkan konsentrasi Na dan Ca tertinggi pada lingkungan
ekstrasel. Membran sel otot jantung pada keadaan istirahat berada dalam keadaan polarisasi, dengan bagian luar berpotensi positif dibandingkan bagian dalam
selisih potensial ini disebut potensial membrane. Bila membran otot jantung
dirangsang, sifat permeabel berubah sehingga ion Na masuk ke dalam sel, yang
menyebabkan potensial membrane. Perubahan potensial membran karena stimulasi
ini disebut depolarisasi. Setelah proses depolarisasi selesai, maka potensial
membran kembali mencapai keadaan semula yaitu proses repolarisasi.
b. Sistem konduksi jantung
Jantung manusia berdenyut dimulai saat listrik/ impuls merambat sepanjang
jalur konduksi jantung. hal ini meyebabkan otot jantung berkontraksi sehingga
menimbulkan pemompaan darah oleh jantung. System konduksi jantung adalah hambatan impuls-impuls memungkinkan
pengaturan irama jantung , system ini merupakan modifikasi dari otot jantung
yang disertai tenaga ritmik spontan dan serabut syaraf tertentu. Jantung
manusia dewasa normalnya berkontraksi secara berirama dengan frekuensi
sekitar 72 denyutan/menit. Supaya pemompaan jantung
efektif maka perlu pengkoordinasian dari jutaan sel otot jantung. Kontraksi
akan terjadi jika potential aksi yang berjalan menuju membran sel otot. Impuls
yang diterima sel tersebut kemudian disalurkan ke sel selanjutnya melalui gap
junction sehinnga jika ada rangsangan pada salah satu bagian saja maka bagian
yang lain juga terangsang. Oleh karena itu, sel otot pada jantung diatur secara
spesifik oleh frekuensi eksitasi jantung, jalur konduksi dan banyaknya eksitasi
pada daerah tertentu. Komponen-komponen eksitasi dari jantung secara urut
terdiri dari sino-auricular node(SA node), jaras internodal atrium,
atrio-ventricular node (AV node), bundle His, cabang kiri-kanan bundel dan
sistem Purkinje. Komponen – komponen
eksitasi jantung :
1. SA Node ( Sino-Atrial Node )
Simpuls sino-atrial (S-A)
merupakan kepingan berbentuk sabit yang mengalami spesialisasi dengan lebar
kira-kira 3mm-1cm ; simpul Ini terletak pada dinding posterior atrium
masing-masing berdiameter 3-5mikro, berbeda dengan serabut atrium sekitarnya
yang berdiameter 15-20mikro. Tetapi serabut S-A berhubungan langsung dengan
atrium sehingga setiap potensial aksi yang mulai pada simpul S-A segera
menyebar ke atrium.
Serabut sino-atrial sedikit
berbeda dari sebagian terbesar serabut otot jantung lainnya, yaitu hnya
mempunyai potensial membrane istiraha dari -55 milivolt sampai -60
milivolt,dibandingkan dengan -85 sampai -95milivolt pada sebagian terbesar
serabut lainnya. Potensial istirahat yang rendah ini disebabkan oleh sifat
membrane yang mudah ditembus ion natrium. Kebocoran natrium ini menyebabkan
eksitasi-sendiri dari serabut S-A.
2. AV Node
(Atrio-Ventricular Node)
Ujung serabut simpul S-A
bersatu serabut otot atrium yang ada disekitarnya, dan pontensial yang berasal
dari simpul S-A berjalan ke luar, masuk tersebut. Dengan jalan ini, pontensial
aksi menyebar ke seluruh masa otot dan akhirnya juga ke simpul A-V. Kecepatan
penghataran dalam otot atrium sekitar 0,3 meter per detik. Tetapi, penghatar
dalam otot atrium, sebagian diantaranya sedikit lebih cepat dalam beberapa
berkas kecil serabut otot atrium sebagian diantarnnya berjalan langsung dari
simpul S-A ke simpul A-V dan menghantarkan implus jantung dengan kecepatan
sekitar 0,45 sampai 0,6 meter perdetik.Llintasan ini, yang dinamakan lintasan
inernodal.
Sel-sel dalam AV Node
dapat juga mengeluar¬kan impuls dengan frekuensi lebih rendah dan pada SA Node
yaitu : 40 – 60 kali permenit. Oleh karena AV Node mengeluarkan impuls lebih
rendah, maka dikuasai oleh SA Node yang mempunyai impuls lebih tinggi. Bila SA
Node rusak, maka impuls akan dikeluarkan oleh AV Node.
3. Berkas His
Terletak di septum
interventrikular dan bercabang 2, yaitu :
a. Cabang
berkas kiri ( Left Bundle Branch)
Cabang berkas kanan ( Right
Bundle Branch ). Setelah melewati kedua cabang ini, impuls akan diteruskan lagi
ke cabang-cabang yang lebih kecil yaitu serabut purkinye.
b.
Serabut
Purkinye
Serabut purkinye ini akan
mengadakan kontak dengan sel-sel ventrikel. Dari sel-sel ventrikel impuls
dialirkan ke sel-sel yang terdekat sehingga seluruh sel akan dirangsang. Di
ventrikel juga tersebar sel-sel pace maker (impuls) yang secara otomatis
mengeluarkan impuls dengan frekuensi 20 – 40 kali permenit.
Jantung
merupakan sistem elektromekanikal dimana signal untuk kontraksi otot jantung
timbul akibat penyebaran arus listrik di sepanjang otot jantung.
Konsep
automaticity mempunyai karakteristik berikut:
1.
Sel jantung
memiliki fungsi mekanik dan elektrik serta terdiri dari filamen-filamen kontraktil
yang jika terstimulasi akan saling berinteraksi sehingga sel miokard akan
berkontraksi.
2.
Kontraksi
sel otot jantung yang berhubungan dengan perubahan muatan listrik disebut
depolarisasi dan pengembalian muatan listrik disebut repolarisasi. Rangkaian
proses ini disebut potensial aksi.
3.
Sel miokard
bersifat depolarisasi spontan, yang berfungsi sebagai back up sel pacu jantung
jika terjadi disfungsi nodal sinus atau kegagalan propagasi depolarisasi dengan
manifestasi klinis berupa aritmia.
Sistem
konduksi terdiri dari sel otot jantung yang memiliki sifat unik, terdiri dari:
1.
Nodal
Sinoatrial (SA)
a.
Nodal SA
merupakan sekumpulan sel yang terletak di bagian sudut kanan atas atrium kanan
dengan ukuran panjang 10-20 mm dan lebar 2-3 mm serta merupakan pacemaker
jantung.
b.
Nodal SA
mengatur ritme jantung (60-100x/menit) dengan mempertahankan kecepatan
depolarisasi serta mengawali siklus jantung ditandai dengan sistol atrium.
c.
Impuls dari
nodal SA mentebar pertama sekali ke atrium kanan lalu ke atrium kiri (melalui
berkas Bachman) yang selanjutnya di teruskan ke nodal atrioventrikular (AV)
melalui traktus internodal.
2.
Nodal
Atrioventrikular (AV)
a.
Nodal AV
terletak dekat septum interatrial bagian bawah, di atas sinus koronarius dan
dibelakang katup trikuspid yang berfungsi memperlambat kecepatan konduksi
sehingga memberi kesempatan atrium mengisi ventrikel sebelum sistol ventrikel
serta melindungi ventrikel dari stimulasi berlebihan atrium seperti pada
fibrilasi atrial.
b.
Nodal AV
menghasilkan impuls 40-60x/menit dan kecepatan konduksi 0,05 meter/detik.
c.
Impuls dari
nodal AV akan diteruskan ke berkas His.
3.
Sistem
His-Purkinje
a.
Berkas His
terbagi atas berkas kanan dan kiri.
Berkas His kiri terbagi menjadi
berkas anterior kiri, posterior dan septal.
b.
Berkas kanan
menyebabkan impuls listrik ke ventrikel kanan, sedangkan berkas kiri
menyebarkan impuls ke septum inter-ventrikel dan ventrikel kiri dengan
kecepatan konduksi 2 meter/detik.
c.
Berkas-berkas
tersebut bercabang menjadi cabang-cabaang kecil atau serabut purkinje yang
tersebar mulai dari septum interventrikel sampai ke muskulus papilaris dan
menghasilkan impuls 20-40x/menit dengan kecepatan konduksi 4 meter/detik.
d.
Impuls
listrik menyebar mulai dari endokardium ke miokardium dan terakhir mencapai
epikardium, yang selanjutnya otot jantung akan bergerak (twisting) dan memompa
darah keluar dari ruang ventrikel ke pembuluh darah arteri. Fase potensial aksi
jantung
1.
Fase 0:
Depolarisasi
cepat (fase sodium channel): terjadi pemasukan cepat Na+ dari luar sel ke dalam
sel melalui saluran Na+ Ion K+ bergerak ke luar sel dan Ca++ bergerak lambat
masuk ke dalam sel melalui saluran Ca++. Sel akan terdepolarisasi dan
dimulailah kontraksi jantung ditandai dengan kompleks QRS pada
elektrokardiogram (EKG). Selanjutnya terjadi repolarisasi segera yang terdiri
dari 3 fase (fase 1,2 dan 3).
2.
Fase 1:
Repolarisasi
dini: saluran Na+ akan menutup sebagian sehingga memperlambat aliran Na+ ke
dalam sel. Pada saat bersamaan, Cl- masuk ke dalam sel dam K+ keluar melalui
saluran K+. Alhasil terjadi penurunan jumlah ion positif dalam sel yang
menimbulkan gelombang defleksi negatif kecil pada kurva potensial aksi.
3.
Fase 2:
Fase
plateau: Terjadi pemasukan lambat Ca++ ke dalam sel melalui saluran Ca++ Ion K+
terus keluar dari sel melalui saluran K+. Fase ini ditandai dengan segmen ST
pada EKG.
4.
Fase 3:
Repolarisasi
cepat akhir: Terjadi downslope potensial aksi, dimana K+ bergerak cepat keluar
sel. Saluran Ca++ dan Na+ tertutup sehingga Ca++ dan Na+ tidak bisa masuk ke
dalam sel. Pengeluaran cepat K+ menyebabkan suasana elektrik di dalam sel
menjadi negatif. Hal ini menjelaskan terjadi gelombang T (repolarisasi
ventrikel) pada EKG. Jika saluran K+ dihambat, terjadi pemanjangan potensial
aksi.
5.
Fase 4:
Resting
membrane potential: kembali pada keadaan istirahat, Na+ dijumpai banyak di
dalam sel serta K+ banyak diluar sel. Pompa Na+K+ akan diaktivasi untuk
mengeluarkan Na+ dan memasukkan K+ ke dalam sel. Jantung mengalami polarisasi (
siap untuk stimulus berikutnya).
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem peredaran darah pada manusia
tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah
dan darah itu sendiri. Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah
tertutup karena darah yang dialirkan dari dan keseluruh tubuh melalui pembuluh
darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut
sebagai peredaran darah ganda. Peredaran darah sistemik adalah peredaran darah
yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari ventrikel sinistra lalu diedarkan
keseluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan
tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju atrium
dextra. Peredaran darah pulmonal adalah peredaran darah yang mengalirkan darah
dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Darah yang kaya
karbondioksida dari ventrikel dextra dialirkan ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis, di alveolis darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya oksigen
yang selanjutnya akan dialirkan ke atrium sinistra melalui vena pulmonalis.
Sedangkan sistem
konduksi jantung dimana aktivitas listrik dari jantung merupakan akibat dari
perubahan pada permiabelitas membran sel, yang memungkinkan pergerakan ion-ion.
Dengan masuknya ion-ion tersebut maka muatan listrik sepanjang membran itu
mengalami perubahan relative. Ada tiga ion yang mempunyai fungsi penting sekali
dalam elektrofisiologi sel, yaitu : kalium, natrium dan kalsium. Adalah kation
intrasel yang dominan sedangkan konsentrasi Na dan Ca tertinggi pada lingkungan
ekstrasel. Membran sel otot jantung pada keadaan istirahat berada dalam keadaan polarisasi, dengan bagian luar berpotensi positif dibandingkan bagian dalam
selisih potensial ini disebut potensial membrane. Bila membran otot jantung
dirangsang, sifat permeabel berubah sehingga ion Na masuk ke dalam sel, yang
menyebabkan potensial membrane. Perubahan potensial membran karena stimulasi
ini disebut depolarisasi. Setelah proses depolarisasi selesai, maka potensial
membran kembali mencapai keadaan semula yaitu proses repolarisasi.
3.2 Saran
Dilihat dari
fungsi serta manfaatnya pada tubuh, tentulah jantung sangat berharga. Oleh
karena itu, untuk menjaga agar semua yang ada tidak rusak ataupun mengalami
gangguan, perbiasakanlah hidup sehat serta mengurangi kegiatan yang dapat
membuat jantung bekerja lebih cepat dari normalnya.
Di samping itu,
kurangilah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan perbanyaklah
mengkonsumsi buah serta makanan yang memenuhi standar (gizi seimbang), dan
lakukanlah olahraga dan istirahat yang cukup.
Selain itu, dalam penyusunan makalah
ini, kami menyadari bahwa yang kami tulis masih banyak kesalahan, baik dari isi
materi dan cara penulisan. Oleh karena itu, penulis mengharapankan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini, sehingga makalah ini dapat
menjadi wawasan pengetahuan bagi pembacanya.
DAFTAR
PUSTAKA
Brunner,
Suddarth..2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:Buku Kedokteran EGC.
Sloane, E.1994. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta:Buku
Kedokteran EGC.
Syaifuddin.2002.
Fungsi Sistem Tubuh Manusia. Jakarta:Widya
Medika.
Tambayong, J.
2001. Anatomi dan Fisiologi untuk Keperawatan.
Jakarta:Buku Kedokteran EGC.
Watson, R.2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat.
Jakarta: Buku Kedokteran EGC.


siiip
BalasHapus